Wednesday, May 16, 2012

[Knock the wood!] Passport hilang dalam perjalanan?

Pada saat melakukan perjalanan, biasanya doa yang selalu dipanjatkan dengan sangat khusuk adalah meminta Tuhan agar dijauhkan dari segala marabahaya dan kecelakaan. Tentunya, dirundung musibah hingga mengakibatkan passport hilang dalam sebuah perjalanan memang hal yang tidak diinginkan setiap orang. Tapi kalo musibah itu terjadi dalam perjalanan gimana?

Tulisan ini terinspirasi oleh seorang sahabat bernama Sabrina yang baru saja kembali dari Ho Chi Minh City, Vietnam. Nahasnya, dalam perjalanan tersebut dirinya mengalami musibah.

Di satu pagi, bersama teman-teman, Sabrina  sedang asik melenggang di pinggir jalan memakai sling bag (tas selempang) menikmati suasana pagi Ho Chi Minh City yang sudah mulai ramai. Tidak Sabrina sadari, sebuah motor yang dikendarai oleh dua orang pemuda Vietnam melaju dengan kecepatan tinggi, mendekati dirinya dari belakang dan menjambret tas Sabrina!!! Semua isi tas berupa passport, dompet dan barang-barang elektronik melayang dalam hitungan detik!! Duuuh, baru membayangkan situasi sulit itu, saya langsung berdoa dalam hati supaya kejadian seperti itu tidak akan menimpa saya.

Sontak emosi kemarahan, kekesalan, kebingungan, kepanikan dan ketakutan bercampur jadi satu. Dengan sedikit sisa kewarasan yang ada dan bantuan teman-teman seperjalanan, Sabrina menuju Kantor Konsulat Jenderal RI. Keberadaan teman dalam situasi sulit seperti ini tentunya cukup memberikan kelegaan karena bantuan moral dan finansial dapat ditanggulangi dalam waktu singkat. Lah, tapi kalau kejadian seperti itu menimpa kita pada saat kita sedang solo traveling bagaimana? *gigit jari..

Saat sampai di Kantor Konsulat Jenderal RI, Sabrina langsung memberitahukan musibah yang terjadi. Dibantu oleh petugas konsuler Konsulat Jenderal RI, Sabrina mengisi beberapa formulir untuk mendapatkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (“SPLP”) yang berfungsi sebagai dokumen pengganti passport yang telah hilang. Proses tersebut berjalan mulus karena Sabrina mempersiapkan perjalanan ini dengan baik sehingga tidak lupa untuk menyimpan soft copy passport dalam bentuk email. Hal ini tampak sepele, tapi sangat penting karena memudahkan petugas konsuler dalam melakukan pelacakan dan pemberian informasi kepada petugas Imigrasi di Indonesia untuk melakukan deaktivasi terhadap nomor passport yang hilang agar tidak disalahgunakan oleh pihak lain. Di hari yang sama, walaupun prosesnya cukup melelahkan Sabrina sudah mendapatkan SPLP yang bisa digunakan sekali jalan untuk kembali ke tanah air. SPLP dapat digunakan sebagai dokumen pendukung untuk pengurusan passport baru saat tiba di Indonesia.

Musibah memang tidak dapat dihindari. Namun hal-hal berikut ini dapat dilakukan sebagai tindakan pencegahan dan mitigasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam perjalanan.
1. Selalu siapkan fotokopi passport dalam bentuk hard copy maupun soft copy dalam email atau smart phone saat melakukan perjalanan. Hal ini penting untuk membatu pengurusan “Surat Perjalanan Laksana Paspor” dari Kedutaan Besar atau Konsulat Jenderal RI terdekat.
2. Simpanlah uang, kartu debit maupun kartu kredit di tas dan tempat yang berbeda. Jika musibah terjadi (knock the wood!), masih tersedia pundi-pundi persediaan uang lain untuk sisa perjalanan.
3. Sebaiknya gunakan daypack (ransel) saat berjalan-jalan dalam kota. Sling bag (tas selempang) lebih rentan penjambretan.

Mudah-mudahan informasi dan tips ini berguna untuk kita semua agar selalu berhati-hati saat melakukan perjalanan. Saya pun berdoa supaya kita semua selalu dilindungi Tuhan dan dijauhkan dari kasus dan musibah yang aneh-aneh saat melakukan perjalanan!! Safe travels friends!!

Lanjut yuukk...

Friday, March 16, 2012

The Colors Of India...

Dulu, saya suka bertanya-tanya kenapa orang-orang berpendapat bahwa India itu colorful. Ketika melihat iklan di TV atau foto-foto di majalah, saya pikir itu hanya manipulasi media belaka. Hari gini, dengan teknologi dan software yang canggih, banyak hal-hal biasa yang bisa disulap menjadi luar biasa!

Namun, saat menapakkan kaki di India, saya baru mengerti kenapa India bisa sangat tenar dijuluki sebagai negara yang sangat berwarna. Banyak hal-hal istimewa yang ditampilkan di India memang penuh warna dan menggelitik eksotisme. Sebut saja beberapa kota di India seperti Jodhpur yang dikenal dengan Blue City, karena seluruh bangunan kota di cat dengan warna biru! Begitu juga dengan Jaipur yang dikenal dengan Pink City. Kota ini tergambar dengan sangat manis dan romantis, karena kebanyakan bangunan di Jaipur juga di cat warna pink!


India yang sangat kental akan kehidupan religinya, dapat terlihat jelas dari lukisan-lukisan penuh warna cerah hasil karya penduduk setempat yang banyak memenuhi bagian luar dinding rumah maupun bangunan keagamaan. Lukisan-lukisan ini bukan sekedar coretan tanpa arti seperti yang banyak ditemukan pada dinding kosong di Jakarta. Namun lukisan-lukisan ini bergambar dewa-dewa agung yang digambar dengan sepenuh hati dan mangandung nilai keagamaan Hindu maupun pesan-pesan moral yang sangat kuat. Tidak jarang saya harus berhenti mengamati lukisan-lukisan tersebut karena terkesima akan kombinasi warna yang menarik dan tentunya hasil lukisan yang sangat detail dan artistik.

Warna-warni India juga dapat tertangkap dengan mudah saat berjalan-jalan ke pasar tradisional yang banyak menjual souvenir khas India. Menyusuri lorong-lorong kecil yang sesak dengan toko-toko sederhana terasa seperti tersesat dan tenggelam dalam lautan warna. Semua barang yang dijual mulai dari kain, baju, korden, scarf, perhiasan dan pernak-pernik lainnya semua penuh dengan warna-warni cemerlang yang menyegarkan mata. Kemeriahannya tak terkatakan, namun benar-benar dapat menghibur hati dan menggoda lensa kamera untuk mengabadikan kecantikan warna-warni ceria ini.

Yang benar-benar mencuri perhatian dalam keseharian saya di India adalah menikmati pesona warna sari yang dikenakan oleh perempuan-perempuan India setiap harinya. Warna-warna sari yang mereka pakai sangat terang dan menantang seperti merah, kuning, oranye maupun biru. Yang membuat sari ini terlihat begitu mencolok adalah karena perempuan India berani memadukan warna-warna kontras yang tidak senada dan bertabrakan dengan penuh percaya diri, apalagi ketika berbalut di kulit tubuh mereka yang gelap. BOMB!! Itulah indahnya India, aturan pemilihan warna dalam berpakaian tidak ada yang tabu di sana. Semua warna sari mempresentasikan India dengan sempurna sebagai negara yang sangat menghargai budaya dan penuh warna.

Hal lain yang membuat India berwarna adalah Holi Festival yang dirayakan dengan sangat meriah setiap tahunnya untuk menyambut musim semi. Beberapa hari sebelum festival di mulai, banyak sekali toko-toko yang menjual tepung beraneka warna dengan tampilan yang menarik sehingga menambah keindahan India. Perayaan ini ditandai dengan perang tepung berwarna-warni di setiap sudut kota. Setiap orang yang berpartisipasi dalam festival ini harus rela dan pasrah bermandikan tepung warna-warni meriah di seluruh tubuh karena dilempari tepung kering maupun tepung basah yang sudah dicampur air. Tepung berwarna-warni yang terhempas dan menguap di udara menambah keunikan warna India yang mencolok. Perayaan Holi Festival sendiri terlalu seru dan menyenangkan, membuat saya baru tersadar saat kembali ke hostel, seluruh wajah dan sekujur tubuh saya sudah berubah warna menjadi pink pekat!

Sore terakhir saya di India, saya berdiam diri di pinggiran kolam suci untuk menikmati senja. Saat matahari terbenam, langit berubah menjadi jingga dengan semburat putih yang sangat cantik. Aahh,saya tersadar, bahkan semesta pun mendukung untuk menyemarakkan keindahan India yang penuh warna! Melihat dan mengalaminya sendiri semua magnet keindahan India, saya tidak akan pernah menyangkal lagi semua keistimewaan yang dimiliki India. Walaupun dengan keterbatasan mereka akan kondisi negara yang kurang bersih dan jauh dari keteraturan, hal-hal itu tidak akan mampu menenggelamkan pesona India sebagai negara yang colorful.

Lanjut yuukk...

Wednesday, March 14, 2012

Bikin Passport Yuuk!

Passport itu dokumen yang paling penting yang harus dimiliki oleh orang-orang yang doyan jalan baik jalan-jalan untuk kesenangan diri sendiri ataupun jalan-jalan untuk tugas bisnis ke luar negeri. Tanpa passport, kita tidak diperkenankan untuk pergi ke luar negeri.

Bikin passport itu mudah kok! Yang susah itu adalah mempersiapkan mental untuk menjalani setiap prosedur yang ada. Prosedurnya sendiri sebenarnya sangat simple dan mudah, tapi mental penantian dalam menunggu antrian yang panjang dan ga manusiawi itu yang suka bikin banyak orang akhirnya menjatuhkan pilihan untuk menjalankan proses itu melalui calo. Padahal kalo dilihat dari perbedaan harganya aja sangat signifikan loh! Kalau bikin sendiri hanya perlu menghabiskan biaya 255 ribu saja, sedangkan calo bisa menghabiskan biaya di kisaran 450 – 650 ribu. Sayang duitnya kan? Perbedaannya bisa dipake untuk jalan dan jajan!

Sebenarnya dokumen apa aja yang dibutuhkan untuk mengurus passport?
1. Asli dan copy Passport lama (bagi yang sudah pernah memiliki passport)
2. Asli dan copy Kartu Keluarga
3. Asli dan copy Kartu Tanda Penduduk
4. Asli dan copy Surat Keterangan Kerja dari kantor
5. Asli dan copy Akte Kelahiran
6. Asli dan copy Akte Nikah (bagi yang sudah menikah)
7. Asli dan copy Surat Ganti Nama (bagi yang pernah mengganti nama)
8. Asli dan copy Ijazah (opsional)
9. Mengisi formulir pengajuan passport di kantor imigrasi atau melakukan aplikasi online melalui situs resmi Imigrasi Indonesia
10. Memasukkan semua dokumen tersebut di atas ke dalam sebuah amplop berwarna kuning yang hanya dapat dibeli di kantor imigrasi setempat seharga Rp. 5,000

Prosedurnya pembuatan passport gimana sih?
[Hari pertama] Semua dokumen dalam amplop yang disebutkan di atas diserahkan kepada petugas Imigrasi. Setelah melakukan pengecekan, petugas Imigrasi hanya akan mengambil copy dokumen-dokumen dan langsung mengembalikan yang asli. Sebaiknya datang pagi-pagi untuk mendapatkan nomor antrian pertama jadi ga harus menunggu terlalu lama di kantor imigrasi. Setelah menyerahkan dokumen tersebut, setiap orang akan diberikan surat tanda terima yang berisi tanggal untuk kembali melakukan pembayaran, wawancara, foto dan sidik jari yang biasanya memakan waktu 2 hari.
Untuk mempercepat proses pembuatan passport, sebaiknya melakukan pengisian aplikasi pengajuan passport secara online. Pendaftaran online menyertakan informasi jadwal pendaftaran dan foto yang tersedia di setiap Kantor Imigrasi yang dapat kamu pilih sendiri sesuai jadwal lowong kamu. Setiap orang yang melakukan aplikasi online mendapatkan kemudahan karena dapat melakukan pembayaran, wawancara, foto dan sidik jadi pada HARI YANG SAMA!
[Hari ketiga] Menyerahkan surat tanda terima ke loket yang sudah ditentukan, menunggu nama dipanggil untuk mendapatkan slip pembayaran. Setelah mendapatkan slip pembayaran, menuju kasir untuk melakukan pembayaran. Setelah urusan bayar-membayar selesai, menuju loket foto untuk mendapatkan nomor antrian foto, wawancara dan sidik jari. Setelah mendapatkan nomor antrian tersebut baru menunggu saatnya dipanggil.
Menurut saya, proses ini yang terasa sangat berat karena prosesnya yang panjanggggg, ribbeettt dan memaksa setiap orang untuk menunggu dalam waktu yang lamaaaaaaa. Jadi jangan lupa, saat melakukan proses perpanjangan passport, bawalah buku, majalah, hp, ipod, ipad dan segala macam hiburan yang ada untuk obat penangkal bosan.
Setelah proses pengambilan foto yang hasilnya tentu tidak memuaskan karena tampang kucel kelamaan nunggu antrian yang tampak jelas dari hasil foto passport yang ada, setiap orang diberi tanda terima untuk pengambilan passport yang biasanya memakan waktu 7 hari.
[Hari ketujuh] Menyerahkan surat tanda terima ke loket yang sudah ditentukan, menunggu nama dipanggil untuk mendapatkan passport kamu!! Woo-hooooo!!

Kalau sudah punya passport di tangan, silahkan wujudkan impian kalian untuk traveling menjelajahi dunia! Semoga informasi ini bermanfaat dan Happy traveling!

Lanjut yuukk...

Sunday, January 15, 2012

Menabung demi Raja Ampat

Rasanya seperti kesamber petir saat mendengar nominal dana yang harus disiapkan untuk bergabung dalam sebuah adventurous diving trip ke Raja Ampat. Perut saya mendadak melintir dan kepala nyut-nyutan saat diberitahu bahwa harga paket diving belum termasuk dengan tiket pesawat. Saya cuman bisa melilit jari-jari tangan saya di ujung baju sambil berfikir keras mempertimbangkan keinginan untuk pergi ke Raja Ampat.

Mengingat dana yang akan dikeluarkan bukan dana becandaan, beberapa tahun yang lalu saya pernah menggagalkan keinginan untuk pergi ke Raja Ampat. Saya memilih untuk melakukan perjalanan ke 5 negara di Asia Tenggara. Herannya, dana yang saya habiskan dalam perjalanan di Asia Tenggara jauh lebih bersahabat daripada dana ke Raja Ampat. Hal ini yang menyebabkan bukan hanya saya saja, tapi banyak juga teman maupun kenalan akhirnya menggagalkan rencana mengunjungi Raja Ampat karena lebih memilih untuk melancong ke luar negeri.

Diving trip yang akan saya lakukan bersama dengan teman-teman adalah paket Live Aboard (LOB), jadi setiap peserta dalam group diharuskan untuk membayar uang muka 9 bulan sebelum jadwal perjalanan sebagai bentuk komitmen apakah kami semua bener-bener serius pengen diving di Raja Ampat!! Kebayang ga sih, udah bayar mahal, tapi komitmen masih juga dipertanyakan? Akhirnya saya tau kenapa dibutuhkan komitmen yang besar dan pembayaran tepat waktu untuk ikut LOB diving trip. Hal ini karena jadwal kapal yang penuh sepanjang tahun membuat banyak penyelam berlomba-lomba untuk mendapatkan slot di kapal dan jadwal diving. Bahkan tidak sedikit yang harus menunggu sampai 2 tahun untuk ke Raja Ampat! Saya dan teman-teman beruntung karena hanya menunggu selama 9 bulan.

Dengan tekad sebesar baja, walaupun dengan keadaan finansial yang sedang terseok-seok, saya berusaha menyisihkan uang setiap bulannya demi pergi ke Raja Ampat. Kampanye “Perencanaan Keuangan” ala Ligwina Hananto seketika luluh lantak dan saya mulai menyisihkan uang dengan menutup mata saat ada Zara sale, bolos nonton konser penyanyi-penyanyi terkenal, dana kongkow dan ajrut-ajrutan dikurangi secara signifikan untuk melunasi cicilan di bank. Saya rela melakukan apa saja asal bisa ke Raja Ampat!

Setelah pembayaran uang muka dilakukan, yang menguntungkan adalah pembayaran selanjutnya menggunakan sistem cicilan yang harus diselesaikan 3 bulan sebelum perjalanan dilakukan. Percaya ga percaya, saya mengambil inisiatif untuk meminta pinjaman jangka pendek selama 6 bulan dengan bunga 0% dari bank untuk mendanai perjalanan ini. Tentunya ini banyak memberikan dorongan dan paksaan untuk saya segera menyelesaikan pembayaran. Yang lebih menyenangkan adalah semua pengeluaran utama perjalanan ini sudah saya selesaikan bahkan sebelum perjalanan dilakukan! *kipas-kipas

Penasaran berapa besar kira-kira dana yang dibutuhkan untuk mengikuti LOB Diving Trip di Raja Ampat? Paket LOB lengkap akan menghabiskan dana minimal 12 juta. Tiket pesawat PP Jakarta – Sorong sekitar 3 – 4.5 juta. Bagi yang tidak memiliki perlengkapan diving, tambahan biaya sewanya kurang lebih 90 ribu/hari. Dana hura-hura saat merapat di Sorong juga harus diperhitungkan. Silakan dihitung estimasi total perjalanan ini ya! *Kalkukaltor ilang, balada orang ga pinter matematika*

Seneng banget pada akhirnya semua jerih payah menabung membawa keberhasilan sehingga saya bisa menyambangi Raja Ampat dan mencicipi keindahan alam bawah lautnya. Mau pergi ke tempat bagus emang butuh perjuangan. Terus terang saya ga menyesal sama sekali menghabiskan uang banyak untuk diving di Raja Ampat. Karena saya ga hanya punya pengalaman diving yang seru di negeri sendiri, tapi dapat kesempatan untuk menjalin pertemanan dengan beberapa teman baru. Inti perjalanan ini seperti orang bule biasa bilang “The trip was worth it!!”

Jadi, hayuk mulai nabung dari sekarang buat yang pengen ke Raja Ampat. Atau, carilah cara kreatif untuk mendanai perjalanan kamu! Good luck!

Lanjut yuukk...

Friday, January 6, 2012

Pesona Keajaiban Raja Ampat

Ketenaran RAJA AMPAT dalam beberapa tahun terakhir memang santer terdengar baik di Indonesia maupun dunia. Tak salah kalo wilayah laut ini jadi primadona destinasi perjalanan di Indonesia saat ini. Kebanyakan penyelam berburu untuk mengunjungi wilayah eksotik ini demi melihat kecantikan alam bawah laut Raja Ampat yang spektakuler. Tak kalah, para photographer handal juga berlomba-lomba mengabadikan keindahan gugusan pulau-pulau di Raja Ampat melalui lensa kamera mahal itu!

Setelah 3 tahun mimpi mengunjungi Raja Ampat tertunda, akhirnya Desember 2011 lalu saya bergabung dalam sebuah adventurous diving trip yang di pelopori oleh Trinity dan KK Duo Hippo Dinamis. Diving trip ini seru banget, karena kami menginap di kapal phinisi bernama Raja Ampat Explorer yang sudah dimodifikasi sedemikian cantik dan nyamannya untuk ditinggali. Kapal inilah yang membawa kami berlayar dan berkelana menikmati keindahan alam bawah laut Raja Ampat yang tersohor selama 7 hari.


Penampakan kapal Raja Ampat Explorer terlihat kecil. Tapi siapa yang nyangka kalau kapal ini punya fasilitas keren seperti tempat tidur yang nyaman lengkap dengan AC dan kamar mandi dalam. Ada ruangan khusus untuk tempat makan bersama yang komplit dengan TV dan DVD juga station khusus buat charge alat-alat elektronik. Makanan yang tersedia dijamin selalu enak dan mengenyangkan. Diving stationnya juga luas dan teratur yang memudahkan kami untuk melakukan persiapan diving. Tapi yang lebih penting lagi adalah para divemasters dan anak buah kapalnya lucu-lucu, asik-asik dan ganteng-ganteng!!

Aktifitas kami sepanjang hari di kapal kebanyakan diisi dengan makan, tidur, diving, berjemur, maen ke pantai dan foto-foto gokil! Besoknya.. masih sama, makan, tidur, diving, berjemur, maen ke pantai dan foto-foto gokil! Besoknya lagi.. masih sama juga, makan, tidur, diving, berjemur, maen ke pantai dan foto-foto gokil!

Satu hari kami trekking ke puncak Wayag untuk menikmati cantiknya Raja Ampat. Medan trekking yang cukup curam membuat betis kami mengencang, lutut kami gemetar dan napas kami ngos-ngosan! Namun perjuangan trekking yang cukup berat terbayar saat berada di puncak Wayag karena kami langsung disuguhi pemandangan gugusan pulau-pulau karang yang tertutupi dengan pepohonan hijau yang berpadu dengan air laut berwarna turquoise dan pasir putih. Selepas trekking kami tidak membuang kesempatan bermain di pantai berpasir putih yang menawan dan berenang di air laut berwarna kehijauan yang jernih.

Alam bawah laut Raja Ampat emang harus diacungi jempol karena kaya akan keragaman jenis ikannya. Kami ga pernah bosan dihibur oleh segala jenis ikan kecil berwarna-warni yang kebanyakan berseliweran secara berkelompok. Pemandangan dalam laut tampak selalu penuh dan berwarna akan kehadiran mereka. Belum lagi dalam beberapa dive kami menemukan Carpet Shark yang unik yang biasa disebut Wobegong Shark sedang asik tertidur. Terkadang mereka berkamuflase di pasir atau bersembunyi di bawah karang-karang yang membuat aktifitas berburu Wobegong Shark di dalam laut semakin menantang! Sensasi melihat 7 Manta rays berenang-renang di atas kepala kami juga membuat pengalaman dive di Raja Ampat sangat berkesan.

Salah satu dive spot yang menjadi favorit saya adalah Blue Magic. Dari namanya saja sudah bisa dipastikan dive spot ini menawarkan keajaiban yang tak terlupakan. Saat mulai menyelam, kami langsung disambut oleh Black tip shark yang sedang asik berenang tidak jauh dari pandangan kami. Rombongan fusilier fish dan beragam jenis reef fish lainnya ikut berpartisipasi menyemarakkan pemandangan bawah laut. Sembari menyusuri daerah terumbu, kami melihat ada satu Wobegong shark yang sedang tertidur nyenyak di bawah cabbage coral yang besar. Saat sedang melihat ikan-ikan kecil dan mahluk-mahluk laut lainnya, kehadiran puluhan trevally fish yang berkumpul membentuk sebuah pusaran menambah keindahan laut pagi itu. Belum habis kami terpikat dengan keindahan Blue Magic, kami dikejutkan dengan kedatangan Manta ray yang sedang berenang dengan indahnya bak seorang penari di sekeliling kami. Ugghh, kalau aja oksigen di tabung kami ga segera habis, kami pasti rela berlama-lama untuk melihat pemandangan indah ini.

Pesona keajaiban Raja Ampat baik di permukaan dan di bawah laut ga mudah digambarkan melalui kata-kata. Pantai berpasir putih yang lembut bukan tipuan belaka. Alam bawah lautnya benar-benar menyajikan kemeriahan warna-warni terumbu karang serta kecantikan segala jenis ikan kecil dan besar. Buat yang doyan jalan-jalan, suka menyelam dan gemar memotret, pastinya akan menjadi sebuah kebanggan tersendiri untuk bisa menyambangi Raja Ampat yang menjadi “hidden gem” negeri ini.


*Trip ini ga akan berkesan tanpa kegokilan kalian: Trinity, KK dari Duo Hippo Dinamis, Udin, Indra, Bintang, Ardi, Randy, Junichi, Ms. Complaint, Fanly, Hendra, Michel, Laki, Om Joni "Raja Potas", Krist, Jon, Achoo, Bli Made dan seluruh Raja Ampat Explorer lainnya!

Lanjut yuukk...

Thursday, December 22, 2011

If you ever go to New Zealand..

"IF YOU EVER GO TO NEW ZEALAND... YOU HAVE TO DO SKYDIVE!!"

Slogan tersebut menggelitik andrenalin saya..


Saat saya menginjakkan kaki di New Zealand beberapa waktu lalu, tanpa berfikir panjang saya memutuskan untuk mencoba Skydive. Saya akui saya nervous berat dan ketakutan setengah mati beberapa saat sebelum saya naik ke pesawat. Namun adrenalin rush yang saya rasakan saat meloncat dari pesawat dan pengalaman terbang di udara di atas kota Wanaka yang hari itu tampak spektakuler membuat saya akan mengingat pengalaman ini seumur hidup saya!

Video di bawah ini merupakan dokumentasi pengalaman Skydive saya di Wanaka New Zealand. Jangan ketawain tampang culun saya yang terlihat ketakutan yaah! Yukkk kita liat videonya!!



Lanjut yuukk...

Wednesday, December 14, 2011

Serba-serbi traveling..

Traveling, menurut kacamata saya sebagai pemula dalam dunia traveling berpendapat kalo traveling ga bisa dipandang hanya dari satu sudut dan sisi saja. Gimana juga hanya bisa dipandang dari satu sudut? Wong hal yang berkaitan dengan traveling ini banyak kok. Kayaknya asik nih ngebicarain serba-serbi traveling. Sebenarnya, apa aja sih yang hinggap dipikiran kita saat mikirin traveling?

1. Tempat tujuan
Yay!! Mikirin tempat tujuan emang hal yang paling seru dan asik saat ide traveling muncul. Karena inti dari traveling tak lain tak bukan adalah mengunjungi suatu tempat yang menarik. Jadi tentu harus dipikirkan mau ke negara mana? Mau ke kota apa? Mau ke desa? Mau ke pantai? Mau ke gunung? Mau mengunjungi siapa? Mau mau mau mau mau!! Pokoknya semua mau kamu harus bisa diakomodasi di tempat tujuan traveling supaya kepuasan traveling kamu tentunya akan terpenuhi.

2. Tujuan traveling
Mau nyoba kuliner lokal? Mau mempelajari budaya lain? Mau belajar bahasa baru? Mau cari temen baru? Mau nambahin cap baru di passport? Mau adventure? Mau shopping? Mau dugem? Mau voluntary service? Mau sekolah? Mau bisnis? Mau lari dari kenyataan? Mau menyembuhkan patah hati? Terserah deh, yang penting apapun pilihan traveling kamu, pastikan kamu menikmati semua itu dengan sepenuh hati.

3. Gaya traveling: Solo vs Group
Pilihan gaya traveling biasanya ada relasinya dengan kepribadian kamu atau kebanyakan kepepet sama keadaan. Pengennya sih traveling bareng temen, tapi temen lagi bokek dan jadwal cuti ga disetujui sama boss yang mengakibatkan traveling bareng luluh lantak!! Akhirnya solo traveling menjadi pilihan.
Lucunya, ga semua orang nyaman traveling sendiri. Anehnya, ga semua orang juga nyaman traveling dalam rombongan besar. Ada juga yang hanya nyaman traveling dalam kelompok kecil. Tapi ada juga orang-orang tipe “loner” atau “hardcore traveler” yang ga pernah punya masalah walaupun harus traveling sendirian walau ke negeri antah berantah sekalipun. Traveling bersama sekelompok sahabat juga menyenangkan dan seru kok!

4.Tempat tinggal: Hostel vs Hotel
Beda huruf S ditengah aja ternyata bikin perbedaan antara hostel dan hotel menjadi sangat signifikan! Hostel diasosiasikan dengan tempat peristirahatan yang cukup nyaman dengan fasilitas terbatas tapi murah meriah. Hotel tentunya diasosiasikan dengan tempat peristirahatan yang penuh dengan kenyamanan tingkat tinggi, servis lengkap dan mahal.

5. Model Tas: Koper vs backpack
Hayooo, mau pake koper ato backpack? Ada yang bilang bawa koper lebih enak, karena ada rodanya jadi tinggal ditarik aja. Ga pake encok pegel linu! No no no, enakan bawa backpack, simple tinggal digendong di punggung aja! Well, sekali lagi model tas pun menjadi topik menarik saat membicarakan soal traveling. Walopun kamu mengaku seorang backpacker sejati, tapi masak dalam sebuah business trip kamu nekat mau bawa backpack? Ntar baju-baju kantor untuk meeting presentasi penting jadi kusut semua. Kalau backpack tentunya lebih praktis apalagi untuk perjalanan yang berpindah-pindah kota dalam kurun waktu yang cukup pendek. Jadi memilih model tas juga harus disesuaikan dengan kepentingan dan kenyamanan traveling kamu.

6. Maskapai penerbangan: Low Cost vs Full board
Jaman dulu memang full board airlines selalu menjadi pilihan utama saat traveling karena jangkaun rute-nya jauh lebih beragam. Tapi saat ini tidak sedikit nama-nama budget airlines (Low Cost) yang saat ini berkibar untuk menggelitik hasrat traveling kita. Jadi memilih maskapai penerbangan juga bukan hal yang memusingkan kok. Lagi-lagi, sesuaikan dengan budget.

7. Cara Traveling: Independet vs Tour Agent
Yang doyan traveling gaya backpacking sudah dipastikan lebih memilih cara independent. Milih tempat tinggal sendiri. Milih moda transportasi sendiri. Milih jalur traveling sendiri. Milih objek wisata yang mau dikunjungi sendiri. Milih ngurus budget sendiri. Pokoknya, ngurus apa-apa sendiri adalah model traveling independent. Kalau boleh dirangkum sih model traveler independent itu… doyan baca peta sendiri untuk mengeksplor suatu tempat dengan bantuan dari source yang terbatas dan senang tersesat!!
Sedangkan yang memilih gaya traveling dengan tour agent, kebanyakan adalah orang-orang yang ga suka ribet dan tentunya punya duit lebih (penting nih!). Karena suka dengan apa-apa yang serba simple, lebih memilih untuk tidak mengalami kerumitan dalam traveling. Enak kan, apa-apa udah diurusin dari A to Z. Dari keberangkatan sampe pulang. Ga pake bingung dan ga pake tersesat. Semuanya lantjar djadja dan aman sentosa. Oh Indahnya..

8. Biaya: Murah Meriah vs Mewah
Kalau emang ga mampu tinggal di hotel berbintang lima saat traveling, tinggal di hotel bintang kejora asal bersih dan aman juga bisa menjadi pilihan untuk yang budgetnya terbatas. Kalau biaya traveling tidak memungkinkan untuk menggunakan pesawat terbang, tetap ada pilihan bis ataupun kapal. Masalah biaya semua bisa diatur. Kalau tidak bisa traveling mewah, traveling murah meriah juga bisa jadi seru dan tetap memorable. Intinya, kalau udah masuk soal biaya, tentunya tergantung dengan keadaan financial masing-masing.

Perbedaan antara backpack dan koper bukanlah sebuah issue yang harus diperdebatkan. Perbedaan antara traveling independent dan ikutan tour agent juga bukan masalah keren-kerenan. Perbedaan hostel dan hotel juga bukan masalah gaya-gayaan. Inti traveling itu simple kok! Ga peduli gaya, cara dan budget karena semua itu tergantung dengan kebutuhan, keinginan dan kepentingan masing-masing. Jadi yang paling penting untk diingat adalah kita semua SHARING SATU PASSION YANG SAMA yaitu TRAVELING!

Lanjut yuukk...

Thursday, September 1, 2011

Nikmatnya Mandi Air Soda

“Aku lagi di Tarutung, mandi air soda!! Asik banget! Dadah..” Tiba-tiba hubungan telepon saya dengan Friska, teman kantor saya putus begitu saja. Meninggalkan saya sendiri dengan rasa penasaran. “Air soda? Beneran ga sih?” saya membatin serasa tidak percaya.

Rasa penasaran saya akhirnya terbayarkan, di hari saya mengunjungi pemandian air soda yang berlokasi di Desa Parbubu, Tarutung, Sumatera Utara. Bentuk kolam pemandiannya sangat sederhana dan tidak dikenakan biaya masuk karena tempat tersebut memang merupakan kolam pemandian umum bagi penduduk sekitar. Jadi jangan kaget kalau di satu sudut kolam terlihat beberapa orang yang asik bersabun atau mencuci rambut mereka. Setelah itu dengan santainya nyebur ke kolam untuk membersihkan diri.

Eeeww, pasti kalian berfikir kalau air kolam kotor, jorok dan penuh kuman. Faktanya berbanding terbalik, air yang ada di kolam tersebut sangat bersih dan jernih. Hal ini terjadi karena air selalu keluar dari sumber mata air yang berada di dasar kolam dan otomatis mengalir keluar kolam membawa semua kotoran dan kuman secara natural. Uniknya lagi, karena posisi kolam berada di pinggiran sawah, air yang keluar dari kolam digunakan untuk mengairi sawah di sekitar daerah itu.

Kolam pemandian air panas dengan mudah bisa ditemukan di berbagai tempat di Indonesia, terutama di daerah pegunungan. Tapi kolam pemandian air soda merupakan kejadian alam yang istimewa yang jarang bisa ditemukan di Indonesia, bahkan dunia. Pengen tau gimana rasanya berenang dan berendam di air soda? Rasanya seperti berendam dalam jutaan gallon sprite panas! Menggigit-menggigit gimana gitu! Mantap banget deh!

Serunya lagi, saya bisa menyelam untuk melihat keadaan dasar kolam yang banyak terdapat bebatuan sulfur berwarna oranye. Bebatuan inilah yang menjadi sumber mata air soda yang keluar berupa air dan gelembung-gelembung udara kecil. Gelembung udara inilah yang memberikan efek soda di dalam kolam saat menyentuh kulit saya.

Kolam pemandian yang berlokasi di sudut persawahan memberikan saya kesempatan untuk memanjakan diri di dalam air soda yang panas dan menikmati pemandangan hamparan sawah yang hijau beserta para petani yang sedang sibuk bekerja saat itu. Perbukitan hijau juga menambah cantiknya pemandangan alam Indonesia.

Pengalaman ini tentunya merupakan salah satu pengalaman traveling yang tidak akan saya lupakan dan mengingatkan saya kembali bahwa Indonesia tidak kalah unik dan cantik dibanding negara-negara lain.

Lanjut yuukk...

Thursday, August 25, 2011

Cewe Solo Travel? Siapa Takut!

Cewe cenderung selalu banyak pertimbangan dan kekuatiran saat memutuskan untuk traveling, apalagi traveling sendirian, atau yang lebih dikenal dengan sebutan solo travel. Sebenarnya bukan hanya kita sih yang kuatir. Teman bahkan keluarga besar pun biasanya ikut kuatir. Apalagi yang punya pacar! Jadi makin rempong cyinn! Akibat kekuatiran mereka, ga jarang beberapa teman cewe saya harus membatalkan rencana dan mimpi solo travel mereka.

Beberapa tahun belakangan ini saya memang sering melakukan solo travel. Sama seperti yang lain, awalnya saya juga sempet gugup dan resah. Pengalaman tinggal dan bekerja di negara orang beberapa tahun pun ga sanggup menenangkan kegugupan saya untuk solo travel. Bahkan, satu malam sebelum keberangkatan saya dalam sebuah perjalanan panjang, saya hampir menyerah dan sempat terlintas untuk membatalkan perjalanan. Tapi, kalau mengingat uang yang sudah saya investasikan dalam bentuk tiket dan banyaknya waktu yang terbuang untuk melakukan research di internet dan membaca beberapa buku panduan, saya ga rela!!

Akhirnya, saya memutuskan untuk nekat. Karena kalau saya ga pernah mencoba, saya ga akan pernah tau bagaimana sensasi melakukan solo travel, kan? Saya juga ga akan punya pengalaman yang bisa saya bagikan dengan teman-teman, kan?

Biasanya, setelah melakukan perjalanan, banyak pertanyaan-pertanyaan pengulangan terlontar dari teman-teman yang penasaran seperti apa sih rasanya melakukan solo travel.

“GA TAKUT TRAVELING SENDIRIAN?”
Takut adalah satu rasa yang ga akan pernah bisa dihindari. Takut dan excited biasanya adalah kombinasi perasaan terkuat yang dirasakan banyak orang, apalagi saat akan melakukan sebuah perjalanan. “Duh, gimana ya kalo nanti tersesat?" "Duh, gimana ya nanti kalo ada yang gangguin saya?" "Duh, gimana ya kalau kehabisan duit?" Semua pertanyaan kekuatiran itu mendadak muncul. Tapi pada saat yang sama perasaan juga bercampur aduk dengan kegembiraan. “Asyik, saya mau lihat Angkor Wat di Kamboja!” “Asyik saya mau main di Disneyland Hong Kong!”

Kalau perasaan takut itu selalu menjadi penghalang buat saya untuk solo travel, saya ga akan pernah punya keberanian untuk menjelajah misteri dunia ini. Salah satu pelajaran terpenting dari traveling buat saya pribadi adalah mengajarkan saya untuk keluar dari comfort zone. Karena kemauan untuk keluar dari comfort zone, saya makin banyak mengenali potensi diri karena banyak hal yang saya bisa lakukan yang dulunya ga pernah saya pikirkan. Ingat saja, sepanjang kita melakukan perjalanan dengan menggunakan common sense, perjalanan akan terasa lebih menyenangkan dan aman.

“GA BOSEN SENDIRIAN?”
Saya pikir saya akan cengok sendirian saat perjalanan. Saya pikir saya akan nelangsa sendirian saat duduk di bus. Saya pikir saya akan mengunjungi tempat-tempat wisata sendirian saat solo travel. Ternyata saya salah! Sepanjang perjalanan saya ga pernah sendirian, karena banyak teman baru yang saya temui di jalan. Awalnya hanya saling lempar senyum, lalu berlanjut jadi temen ngobrol, lalu berlanjut jadi teman makan. Tanpa saya sadari, tiba-tiba saya sudah duduk dengan mereka di satu kereta menuju Nong Khai, untuk menjelajah Laos bersama. Cewe memang diberkahi kelebihan untuk berinteraksi lebih luwes dengan orang lain dibandingkan cowo. Jadi pergunakan kemampuan ini semaksimal mungkin saat solo travel. Sebaiknya jangan terlalu flirty, karena temen cewe bakalan sebel sama kamu dan temen cowo bakalan menganggap kamu rendah. So, be wise with your attitude girls!

“AMAN GA SIH NEGARA INI UNTUK CEWE?”
Percaya ga percaya, pertanyaan ini adalah pertanyaan yang paling sering ditanya oleh kaum hawa. Menurut saya, satu negara dinyatakan aman saat negara itu sedang tidak dalam status perang, sedang tidak punya konflik politik dan tidak sedang mengalami bencana alam. Namun satu hal yang paling penting lagi adalah negara yang akan dituju sedang tidak masuk dalam list Travel Warning. Jadi, ga usah traveling capek-capek ke Sudan atau Irak ya cyin, kecuali kamu sedang dalam misi perdamanian PBB.

Tips aman buat cewe kalo sedang traveling adalah percaya insting kamu. Kalau sudah merasa tidak aman dan nyaman dalam satu situasi, jangan malu untuk berteriak minta tolong atau lari. Kalau sudah dalam keadaan yang sangat berbahaya, berusahalah melawan karena kemungkinan besar saat itu hidup kamu sedang dipertaruhkan! Hindari berjalan sendiri di tempat-tempat yang sepi dan gelap. Pepper spray atau pisau lipat juga dapat sangat membantu dalam keadaan genting. Selain itu, jangan jadi pusat perhatian. Dandanan konservatif aja yah! Ga perlu pakai hot pants, high heel 7 senti dan kaca muka saat traveling di India. Save it for hanging out with your girl friends at Plaza Indonesia.

“APA AJA YANG PERLU DIBAWA?”
“He who would travel happily must travel light.” – Antoine de St. Exupery. Jadi, ga perlu mindahin isi lemari kamu ke dalam tas. Cewe emang suka rempong sih kalo packing. Semua pengen dibawa. Tapi inget, kalo mau perjalanan kamu nyaman, bawalah baju secukupnya karena fasilitas laundry dengan harga terjangkau selalu tersedia. Kalau mau cuci sendiri juga bisa. Buat Miss Matching, bawa baju dan alas kaki dengan pilihan warna dasar. Biar nyaman, sebaiknya membawa flat shoes. Bawaan saya saat traveling ga pernah lebih dari 7 kilogram karena saya ga mau keberatan dan kerepotan bawa backpack berat sambil wara-wiri di jalan.

Satu hal ini sering terlupakan, tapi penting. Cek tanggal datang bulan kamu sebelum traveling. Jangan lupa selalu selipkan beberapa pembalut di tas, supaya saat darurat datang kamu sudah memiliki persediaan. Persediaan selanjutnya, dengan mudah kamu bisa membeli di convenience store terdekat.

“APA YANG PERLU DIPERSIAPKAN SEBELUM BERANGKAT?”
Saya anjurkan untuk melakukan reservasi kamar terlebih dahulu untuk hari pertama saat sampai di tempat tujuan. Hal ini untuk menghindari keribetan saat sampai di tempat baru. Kadang-kadang terlalu banyak adjustment yang harus dibuat dalam waktu singkat saat kita sampai di tempat tujuan, bisa bikin panik. Jadi kalau kamu sudah punya reservasi, setidaknya saat sampai di bandara kamu hanya perlu mencari transportasi untuk menuju tempat tersebut.

Tukar uang dalam bentuk USD jika kamu akan melakukan perjalanan ke luar negeri. Jika nilai tukar uang negara yang dituju tidak terlalu buruk, sebaiknya tukarkan sedikit IDR dengan mata uang tersebut dengan perkiraan uang transportasi dari airport ke tempat penginapan dan satu kali makan. Selanjutnya, kamu bisa menukar USD ke mata uang lokal.

Jangan lupa untuk selalu menyediakan 1 copy passport kamu di dalam tas. Yang sudah canggih biasanya memindai passport mereka dan disimpan dalam bentuk soft copy di email sehingga dapat diakses kapan saja saat dibutuhkan. Just in case, passport kamu hilang saat traveling, kamu bisa langsung mendatangi KBRI terdekat agar dapat dibantu. Duh, tapi mudah-mudahan itu tidak terjadi ya!

Ini yang paling penting, siapkan mental kamu untuk melakukan solo travel. BE BRAVE. There’s a big world out there waiting for you to be explored.. Have fun girls!

Lanjut yuukk...