Wednesday, May 16, 2012
[Knock the wood!] Passport hilang dalam perjalanan?
Tulisan ini terinspirasi oleh seorang sahabat bernama Sabrina yang baru saja kembali dari Ho Chi Minh City, Vietnam. Nahasnya, dalam perjalanan tersebut dirinya mengalami musibah.
Di satu pagi, bersama teman-teman, Sabrina sedang asik melenggang di pinggir jalan memakai sling bag (tas selempang) menikmati suasana pagi Ho Chi Minh City yang sudah mulai ramai. Tidak Sabrina sadari, sebuah motor yang dikendarai oleh dua orang pemuda Vietnam melaju dengan kecepatan tinggi, mendekati dirinya dari belakang dan menjambret tas Sabrina!!! Semua isi tas berupa passport, dompet dan barang-barang elektronik melayang dalam hitungan detik!! Duuuh, baru membayangkan situasi sulit itu, saya langsung berdoa dalam hati supaya kejadian seperti itu tidak akan menimpa saya.
Sontak emosi kemarahan, kekesalan, kebingungan, kepanikan dan ketakutan bercampur jadi satu. Dengan sedikit sisa kewarasan yang ada dan bantuan teman-teman seperjalanan, Sabrina menuju Kantor Konsulat Jenderal RI. Keberadaan teman dalam situasi sulit seperti ini tentunya cukup memberikan kelegaan karena bantuan moral dan finansial dapat ditanggulangi dalam waktu singkat. Lah, tapi kalau kejadian seperti itu menimpa kita pada saat kita sedang solo traveling bagaimana? *gigit jari..
Saat sampai di Kantor Konsulat Jenderal RI, Sabrina langsung memberitahukan musibah yang terjadi. Dibantu oleh petugas konsuler Konsulat Jenderal RI, Sabrina mengisi beberapa formulir untuk mendapatkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (“SPLP”) yang berfungsi sebagai dokumen pengganti passport yang telah hilang. Proses tersebut berjalan mulus karena Sabrina mempersiapkan perjalanan ini dengan baik sehingga tidak lupa untuk menyimpan soft copy passport dalam bentuk email. Hal ini tampak sepele, tapi sangat penting karena memudahkan petugas konsuler dalam melakukan pelacakan dan pemberian informasi kepada petugas Imigrasi di Indonesia untuk melakukan deaktivasi terhadap nomor passport yang hilang agar tidak disalahgunakan oleh pihak lain. Di hari yang sama, walaupun prosesnya cukup melelahkan Sabrina sudah mendapatkan SPLP yang bisa digunakan sekali jalan untuk kembali ke tanah air. SPLP dapat digunakan sebagai dokumen pendukung untuk pengurusan passport baru saat tiba di Indonesia.
Musibah memang tidak dapat dihindari. Namun hal-hal berikut ini dapat dilakukan sebagai tindakan pencegahan dan mitigasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam perjalanan.
1. Selalu siapkan fotokopi passport dalam bentuk hard copy maupun soft copy dalam email atau smart phone saat melakukan perjalanan. Hal ini penting untuk membatu pengurusan “Surat Perjalanan Laksana Paspor” dari Kedutaan Besar atau Konsulat Jenderal RI terdekat.
2. Simpanlah uang, kartu debit maupun kartu kredit di tas dan tempat yang berbeda. Jika musibah terjadi (knock the wood!), masih tersedia pundi-pundi persediaan uang lain untuk sisa perjalanan.
3. Sebaiknya gunakan daypack (ransel) saat berjalan-jalan dalam kota. Sling bag (tas selempang) lebih rentan penjambretan.
Mudah-mudahan informasi dan tips ini berguna untuk kita semua agar selalu berhati-hati saat melakukan perjalanan. Saya pun berdoa supaya kita semua selalu dilindungi Tuhan dan dijauhkan dari kasus dan musibah yang aneh-aneh saat melakukan perjalanan!! Safe travels friends!!
Friday, March 16, 2012
The Colors Of India...
Dulu, saya suka bertanya-tanya kenapa orang-orang berpendapat bahwa India itu colorful. Ketika melihat iklan di TV atau foto-foto di majalah, saya pikir itu hanya manipulasi media belaka. Hari gini, dengan teknologi dan software yang canggih, banyak hal-hal biasa yang bisa disulap menjadi luar biasa!
Namun, saat menapakkan kaki di India, saya baru mengerti kenapa India bisa sangat tenar dijuluki sebagai negara yang sangat berwarna. Banyak hal-hal istimewa yang ditampilkan di India memang penuh warna dan menggelitik eksotisme. Sebut saja beberapa kota di India seperti Jodhpur yang dikenal dengan Blue City, karena seluruh bangunan kota di cat dengan warna biru! Begitu juga dengan Jaipur yang dikenal dengan Pink City. Kota ini tergambar dengan sangat manis dan romantis, karena kebanyakan bangunan di Jaipur juga di cat warna pink!India yang sangat kental akan kehidupan religinya, dapat terlihat jelas dari lukisan-lukisan penuh warna cerah hasil karya penduduk setempat yang banyak memenuhi bagian luar dinding rumah maupun bangunan keagamaan. Lukisan-lukisan ini bukan sekedar coretan tanpa arti seperti yang banyak ditemukan pada dinding kosong di Jakarta. Namun lukisan-lukisan ini bergambar dewa-dewa agung yang digambar dengan sepenuh hati dan mangandung nilai keagamaan Hindu maupun pesan-pesan moral yang sangat kuat. Tidak jarang saya harus berhenti mengamati lukisan-lukisan tersebut karena terkesima akan kombinasi warna yang menarik dan tentunya hasil lukisan yang sangat detail dan artistik.
Warna-warni India juga dapat tertangkap dengan mudah saat berjalan-jalan ke pasar tradisional yang banyak menjual souvenir khas India. Menyusuri lorong-lorong kecil yang sesak dengan toko-toko sederhana terasa seperti tersesat dan tenggelam dalam lautan warna. Semua barang yang dijual mulai dari kain, baju, korden, scarf, perhiasan dan pernak-pernik lainnya semua penuh dengan warna-warni cemerlang yang menyegarkan mata. Kemeriahannya tak terkatakan, namun benar-benar dapat menghibur hati dan menggoda lensa kamera untuk mengabadikan kecantikan warna-warni ceria ini.
Yang benar-benar mencuri perhatian dalam keseharian saya di India adalah menikmati pesona warna sari yang dikenakan oleh perempuan-perempuan India setiap harinya. Warna-warna sari yang mereka pakai sangat terang dan menantang seperti merah, kuning, oranye maupun biru. Yang membuat sari ini terlihat begitu mencolok adalah karena perempuan India berani memadukan warna-warna kontras yang tidak senada dan bertabrakan dengan penuh percaya diri, apalagi ketika berbalut di kulit tubuh mereka yang gelap. BOMB!! Itulah indahnya India, aturan pemilihan warna dalam berpakaian tidak ada yang tabu di sana. Semua warna sari mempresentasikan India dengan sempurna sebagai negara yang sangat menghargai budaya dan penuh warna.
Hal lain yang membuat India berwarna adalah Holi Festival yang dirayakan dengan sangat meriah setiap tahunnya untuk menyambut musim semi. Beberapa hari sebelum festival di mulai, banyak sekali toko-toko yang menjual tepung beraneka warna dengan tampilan yang menarik sehingga menambah keindahan India. Perayaan ini ditandai dengan perang tepung berwarna-warni di setiap sudut kota. Setiap orang yang berpartisipasi dalam festival ini harus rela dan pasrah bermandikan tepung warna-warni meriah di seluruh tubuh karena dilempari tepung kering maupun tepung basah yang sudah dicampur air. Tepung berwarna-warni yang terhempas dan menguap di udara menambah keunikan warna India yang mencolok. Perayaan Holi Festival sendiri terlalu seru dan menyenangkan, membuat saya baru tersadar saat kembali ke hostel, seluruh wajah dan sekujur tubuh saya sudah berubah warna menjadi pink pekat!Sore terakhir saya di India, saya berdiam diri di pinggiran kolam suci untuk menikmati senja. Saat matahari terbenam, langit berubah menjadi jingga dengan semburat putih yang sangat cantik. Aahh,saya tersadar, bahkan semesta pun mendukung untuk menyemarakkan keindahan India yang penuh warna! Melihat dan mengalaminya sendiri semua magnet keindahan India, saya tidak akan pernah menyangkal lagi semua keistimewaan yang dimiliki India. Walaupun dengan keterbatasan mereka akan kondisi negara yang kurang bersih dan jauh dari keteraturan, hal-hal itu tidak akan mampu menenggelamkan pesona India sebagai negara yang colorful.
Wednesday, March 14, 2012
Bikin Passport Yuuk!

Sunday, January 15, 2012
Menabung demi Raja Ampat
Rasanya seperti kesamber petir saat mendengar nominal dana yang harus disiapkan untuk bergabung dalam sebuah adventurous diving trip ke Raja Ampat. Perut saya mendadak melintir dan kepala nyut-nyutan saat diberitahu bahwa harga paket diving belum termasuk dengan tiket pesawat. Saya cuman bisa melilit jari-jari tangan saya di ujung baju sambil berfikir keras mempertimbangkan keinginan untuk pergi ke Raja Ampat.
Mengingat dana yang akan dikeluarkan bukan dana becandaan, beberapa tahun yang lalu saya pernah menggagalkan keinginan untuk pergi ke Raja Ampat. Saya memilih untuk melakukan perjalanan ke 5 negara di Asia Tenggara. Herannya, dana yang saya habiskan dalam perjalanan di Asia Tenggara jauh lebih bersahabat daripada dana ke Raja Ampat. Hal ini yang menyebabkan bukan hanya saya saja, tapi banyak juga teman maupun kenalan akhirnya menggagalkan rencana mengunjungi Raja Ampat karena lebih memilih untuk melancong ke luar negeri.
Diving trip yang akan saya lakukan bersama dengan teman-teman adalah paket Live Aboard (LOB), jadi setiap peserta dalam group diharuskan untuk membayar uang muka 9 bulan sebelum jadwal perjalanan sebagai bentuk komitmen apakah kami semua bener-bener serius pengen diving di Raja Ampat!! Kebayang ga sih, udah bayar mahal, tapi komitmen masih juga dipertanyakan? Akhirnya saya tau kenapa dibutuhkan komitmen yang besar dan pembayaran tepat waktu untuk ikut LOB diving trip. Hal ini karena jadwal kapal yang penuh sepanjang tahun membuat banyak penyelam berlomba-lomba untuk mendapatkan slot di kapal dan jadwal diving. Bahkan tidak sedikit yang harus menunggu sampai 2 tahun untuk ke Raja Ampat! Saya dan teman-teman beruntung karena hanya menunggu selama 9 bulan.
Dengan tekad sebesar baja, walaupun dengan keadaan finansial yang sedang terseok-seok, saya berusaha menyisihkan uang setiap bulannya demi pergi ke Raja Ampat. Kampanye “Perencanaan Keuangan” ala Ligwina Hananto seketika luluh lantak dan saya mulai menyisihkan uang dengan menutup mata saat ada Zara sale, bolos nonton konser penyanyi-penyanyi terkenal, dana kongkow dan ajrut-ajrutan dikurangi secara signifikan untuk melunasi cicilan di bank. Saya rela melakukan apa saja asal bisa ke Raja Ampat!
Setelah pembayaran uang muka dilakukan, yang menguntungkan adalah pembayaran selanjutnya menggunakan sistem cicilan yang harus diselesaikan 3 bulan sebelum perjalanan dilakukan. Percaya ga percaya, saya mengambil inisiatif untuk meminta pinjaman jangka pendek selama 6 bulan dengan bunga 0% dari bank untuk mendanai perjalanan ini. Tentunya ini banyak memberikan dorongan dan paksaan untuk saya segera menyelesaikan pembayaran. Yang lebih menyenangkan adalah semua pengeluaran utama perjalanan ini sudah saya selesaikan bahkan sebelum perjalanan dilakukan! *kipas-kipas
Penasaran berapa besar kira-kira dana yang dibutuhkan untuk mengikuti LOB Diving Trip di Raja Ampat? Paket LOB lengkap akan menghabiskan dana minimal 12 juta. Tiket pesawat PP Jakarta – Sorong sekitar 3 – 4.5 juta. Bagi yang tidak memiliki perlengkapan diving, tambahan biaya sewanya kurang lebih 90 ribu/hari. Dana hura-hura saat merapat di Sorong juga harus diperhitungkan. Silakan dihitung estimasi total perjalanan ini ya! *Kalkukaltor ilang, balada orang ga pinter matematika*
Seneng banget pada akhirnya semua jerih payah menabung membawa keberhasilan sehingga saya bisa menyambangi Raja Ampat dan mencicipi keindahan alam bawah lautnya. Mau pergi ke tempat bagus emang butuh perjuangan. Terus terang saya ga menyesal sama sekali menghabiskan uang banyak untuk diving di Raja Ampat. Karena saya ga hanya punya pengalaman diving yang seru di negeri sendiri, tapi dapat kesempatan untuk menjalin pertemanan dengan beberapa teman baru. Inti perjalanan ini seperti orang bule biasa bilang “The trip was worth it!!”
Jadi, hayuk mulai nabung dari sekarang buat yang pengen ke Raja Ampat. Atau, carilah cara kreatif untuk mendanai perjalanan kamu! Good luck!
Friday, January 6, 2012
Pesona Keajaiban Raja Ampat
Ketenaran RAJA AMPAT dalam beberapa tahun terakhir memang santer terdengar baik di Indonesia maupun dunia. Tak salah kalo wilayah laut ini jadi primadona destinasi perjalanan di Indonesia saat ini. Kebanyakan penyelam berburu untuk mengunjungi wilayah eksotik ini demi melihat kecantikan alam bawah laut Raja Ampat yang spektakuler. Tak kalah, para photographer handal juga berlomba-lomba mengabadikan keindahan gugusan pulau-pulau di Raja Ampat melalui lensa kamera mahal itu!
Setelah 3 tahun mimpi mengunjungi Raja Ampat tertunda, akhirnya Desember 2011 lalu saya bergabung dalam sebuah adventurous diving trip yang di pelopori oleh Trinity dan KK Duo Hippo Dinamis. Diving trip ini seru banget, karena kami menginap di kapal phinisi bernama Raja Ampat Explorer yang sudah dimodifikasi sedemikian cantik dan nyamannya untuk ditinggali. Kapal inilah yang membawa kami berlayar dan berkelana menikmati keindahan alam bawah laut Raja Ampat yang tersohor selama 7 hari.
Penampakan kapal Raja Ampat Explorer terlihat kecil. Tapi siapa yang nyangka kalau kapal ini punya fasilitas keren seperti tempat tidur yang nyaman lengkap dengan AC dan kamar mandi dalam. Ada ruangan khusus untuk tempat makan bersama yang komplit dengan TV dan DVD juga station khusus buat charge alat-alat elektronik. Makanan yang tersedia dijamin selalu enak dan mengenyangkan. Diving stationnya juga luas dan teratur yang memudahkan kami untuk melakukan persiapan diving. Tapi yang lebih penting lagi adalah para divemasters dan anak buah kapalnya lucu-lucu, asik-asik dan ganteng-ganteng!!
Aktifitas kami sepanjang hari di kapal kebanyakan diisi dengan makan, tidur, diving, berjemur, maen ke pantai dan foto-foto gokil! Besoknya.. masih sama, makan, tidur, diving, berjemur, maen ke pantai dan foto-foto gokil! Besoknya lagi.. masih sama juga, makan, tidur, diving, berjemur, maen ke pantai dan foto-foto gokil!
Satu hari kami trekking ke puncak Wayag untuk menikmati cantiknya Raja Ampat. Medan trekking yang cukup curam membuat betis kami mengencang, lutut kami gemetar dan napas kami ngos-ngosan! Namun perjuangan trekking yang cukup berat terbayar saat berada di puncak Wayag karena kami langsung disuguhi pemandangan gugusan pulau-pulau karang yang tertutupi dengan pepohonan hijau yang berpadu dengan air laut berwarna turquoise dan pasir putih. Selepas trekking kami tidak membuang kesempatan bermain di pantai berpasir putih yang menawan dan berenang di air laut berwarna kehijauan yang jernih.
Alam bawah laut Raja Ampat emang harus diacungi jempol karena kaya akan keragaman jenis ikannya. Kami ga pernah bosan dihibur oleh segala jenis ikan kecil berwarna-warni yang kebanyakan berseliweran secara berkelompok. Pemandangan dalam laut tampak selalu penuh dan berwarna akan kehadiran mereka. Belum lagi dalam beberapa dive kami menemukan Carpet Shark yang unik yang biasa disebut Wobegong Shark sedang asik tertidur. Terkadang mereka berkamuflase di pasir atau bersembunyi di bawah karang-karang yang membuat aktifitas berburu Wobegong Shark di dalam laut semakin menantang! Sensasi melihat 7 Manta rays berenang-renang di atas kepala kami juga membuat pengalaman dive di Raja Ampat sangat berkesan.
Salah satu dive spot yang menjadi favorit saya adalah Blue Magic. Dari namanya saja sudah bisa dipastikan dive spot ini menawarkan keajaiban yang tak terlupakan. Saat mulai menyelam, kami langsung disambut oleh Black tip shark yang sedang asik berenang tidak jauh dari pandangan kami. Rombongan fusilier fish dan beragam jenis reef fish lainnya ikut berpartisipasi menyemarakkan pemandangan bawah laut. Sembari menyusuri daerah terumbu, kami melihat ada satu Wobegong shark yang sedang tertidur nyenyak di bawah cabbage coral yang besar. Saat sedang melihat ikan-ikan kecil dan mahluk-mahluk laut lainnya, kehadiran puluhan trevally fish yang berkumpul membentuk sebuah pusaran menambah keindahan laut pagi itu. Belum habis kami terpikat dengan keindahan Blue Magic, kami dikejutkan dengan kedatangan Manta ray yang sedang berenang dengan indahnya bak seorang penari di sekeliling kami. Ugghh, kalau aja oksigen di tabung kami ga segera habis, kami pasti rela berlama-lama untuk melihat pemandangan indah ini.
Pesona keajaiban Raja Ampat baik di permukaan dan di bawah laut ga mudah digambarkan melalui kata-kata. Pantai berpasir putih yang lembut bukan tipuan belaka. Alam bawah lautnya benar-benar menyajikan kemeriahan warna-warni terumbu karang serta kecantikan segala jenis ikan kecil dan besar. Buat yang doyan jalan-jalan, suka menyelam dan gemar memotret, pastinya akan menjadi sebuah kebanggan tersendiri untuk bisa menyambangi Raja Ampat yang menjadi “hidden gem” negeri ini.
*Trip ini ga akan berkesan tanpa kegokilan kalian: Trinity, KK dari Duo Hippo Dinamis, Udin, Indra, Bintang, Ardi, Randy, Junichi, Ms. Complaint, Fanly, Hendra, Michel, Laki, Om Joni "Raja Potas", Krist, Jon, Achoo, Bli Made dan seluruh Raja Ampat Explorer lainnya!
Thursday, December 22, 2011
If you ever go to New Zealand..
"IF YOU EVER GO TO NEW ZEALAND... YOU HAVE TO DO SKYDIVE!!"
Slogan tersebut menggelitik andrenalin saya..
Saat saya menginjakkan kaki di New Zealand beberapa waktu lalu, tanpa berfikir panjang saya memutuskan untuk mencoba Skydive. Saya akui saya nervous berat dan ketakutan setengah mati beberapa saat sebelum saya naik ke pesawat. Namun adrenalin rush yang saya rasakan saat meloncat dari pesawat dan pengalaman terbang di udara di atas kota Wanaka yang hari itu tampak spektakuler membuat saya akan mengingat pengalaman ini seumur hidup saya!
Video di bawah ini merupakan dokumentasi pengalaman Skydive saya di Wanaka New Zealand. Jangan ketawain tampang culun saya yang terlihat ketakutan yaah! Yukkk kita liat videonya!!
Wednesday, December 14, 2011
Serba-serbi traveling..
1. Tempat tujuan
Yay!! Mikirin tempat tujuan emang hal yang paling seru dan asik saat ide traveling muncul. Karena inti dari traveling tak lain tak bukan adalah mengunjungi suatu tempat yang menarik. Jadi tentu harus dipikirkan mau ke negara mana? Mau ke kota apa? Mau ke desa? Mau ke pantai? Mau ke gunung? Mau mengunjungi siapa? Mau mau mau mau mau!! Pokoknya semua mau kamu harus bisa diakomodasi di tempat tujuan traveling supaya kepuasan traveling kamu tentunya akan terpenuhi.
2. Tujuan traveling
Mau nyoba kuliner lokal? Mau mempelajari budaya lain? Mau belajar bahasa baru? Mau cari temen baru? Mau nambahin cap baru di passport? Mau adventure? Mau shopping? Mau dugem? Mau voluntary service? Mau sekolah? Mau bisnis? Mau lari dari kenyataan? Mau menyembuhkan patah hati? Terserah deh, yang penting apapun pilihan traveling kamu, pastikan kamu menikmati semua itu dengan sepenuh hati.
3. Gaya traveling: Solo vs Group
Pilihan gaya traveling biasanya ada relasinya dengan kepribadian kamu atau kebanyakan kepepet sama keadaan. Pengennya sih traveling bareng temen, tapi temen lagi bokek dan jadwal cuti ga disetujui sama boss yang mengakibatkan traveling bareng luluh lantak!! Akhirnya solo traveling menjadi pilihan.
Lucunya, ga semua orang nyaman traveling sendiri. Anehnya, ga semua orang juga nyaman traveling dalam rombongan besar. Ada juga yang hanya nyaman traveling dalam kelompok kecil. Tapi ada juga orang-orang tipe “loner” atau “hardcore traveler” yang ga pernah punya masalah walaupun harus traveling sendirian walau ke negeri antah berantah sekalipun. Traveling bersama sekelompok sahabat juga menyenangkan dan seru kok!
4.Tempat tinggal: Hostel vs Hotel
Beda huruf S ditengah aja ternyata bikin perbedaan antara hostel dan hotel menjadi sangat signifikan! Hostel diasosiasikan dengan tempat peristirahatan yang cukup nyaman dengan fasilitas terbatas tapi murah meriah. Hotel tentunya diasosiasikan dengan tempat peristirahatan yang penuh dengan kenyamanan tingkat tinggi, servis lengkap dan mahal.
5. Model Tas: Koper vs backpack
Hayooo, mau pake koper ato backpack? Ada yang bilang bawa koper lebih enak, karena ada rodanya jadi tinggal ditarik aja. Ga pake encok pegel linu! No no no, enakan bawa backpack, simple tinggal digendong di punggung aja! Well, sekali lagi model tas pun menjadi topik menarik saat membicarakan soal traveling. Walopun kamu mengaku seorang backpacker sejati, tapi masak dalam sebuah business trip kamu nekat mau bawa backpack? Ntar baju-baju kantor untuk meeting presentasi penting jadi kusut semua. Kalau backpack tentunya lebih praktis apalagi untuk perjalanan yang berpindah-pindah kota dalam kurun waktu yang cukup pendek. Jadi memilih model tas juga harus disesuaikan dengan kepentingan dan kenyamanan traveling kamu.
6. Maskapai penerbangan: Low Cost vs Full board
Jaman dulu memang full board airlines selalu menjadi pilihan utama saat traveling karena jangkaun rute-nya jauh lebih beragam. Tapi saat ini tidak sedikit nama-nama budget airlines (Low Cost) yang saat ini berkibar untuk menggelitik hasrat traveling kita. Jadi memilih maskapai penerbangan juga bukan hal yang memusingkan kok. Lagi-lagi, sesuaikan dengan budget.
7. Cara Traveling: Independet vs Tour Agent
Yang doyan traveling gaya backpacking sudah dipastikan lebih memilih cara independent. Milih tempat tinggal sendiri. Milih moda transportasi sendiri. Milih jalur traveling sendiri. Milih objek wisata yang mau dikunjungi sendiri. Milih ngurus budget sendiri. Pokoknya, ngurus apa-apa sendiri adalah model traveling independent. Kalau boleh dirangkum sih model traveler independent itu… doyan baca peta sendiri untuk mengeksplor suatu tempat dengan bantuan dari source yang terbatas dan senang tersesat!!
Sedangkan yang memilih gaya traveling dengan tour agent, kebanyakan adalah orang-orang yang ga suka ribet dan tentunya punya duit lebih (penting nih!). Karena suka dengan apa-apa yang serba simple, lebih memilih untuk tidak mengalami kerumitan dalam traveling. Enak kan, apa-apa udah diurusin dari A to Z. Dari keberangkatan sampe pulang. Ga pake bingung dan ga pake tersesat. Semuanya lantjar djadja dan aman sentosa. Oh Indahnya..
8. Biaya: Murah Meriah vs Mewah
Kalau emang ga mampu tinggal di hotel berbintang lima saat traveling, tinggal di hotel bintang kejora asal bersih dan aman juga bisa menjadi pilihan untuk yang budgetnya terbatas. Kalau biaya traveling tidak memungkinkan untuk menggunakan pesawat terbang, tetap ada pilihan bis ataupun kapal. Masalah biaya semua bisa diatur. Kalau tidak bisa traveling mewah, traveling murah meriah juga bisa jadi seru dan tetap memorable. Intinya, kalau udah masuk soal biaya, tentunya tergantung dengan keadaan financial masing-masing.
Perbedaan antara backpack dan koper bukanlah sebuah issue yang harus diperdebatkan. Perbedaan antara traveling independent dan ikutan tour agent juga bukan masalah keren-kerenan. Perbedaan hostel dan hotel juga bukan masalah gaya-gayaan. Inti traveling itu simple kok! Ga peduli gaya, cara dan budget karena semua itu tergantung dengan kebutuhan, keinginan dan kepentingan masing-masing. Jadi yang paling penting untk diingat adalah kita semua SHARING SATU PASSION YANG SAMA yaitu TRAVELING!




